jakartanews
Kader dan pengurus tingkat kecamatan mempertanyakan pergantian kepemimpinan DPC PKB Lubuklinggau setelah partai mencatat capaian politik terbaik pada Pemilu Legislatif terakhir._
LUBUKLINGGAU – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Lubuklinggau menghangat pasca ditetapkannya kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB periode 2026–2031 oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Keputusan tersebut diumumkan setelah pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kota Lubuklinggau yang digelar di Hotel Dwinda, Lubuklinggau. Dalam hasil Muscab tersebut, DPP PKB menetapkan Elvaria, SE sebagai Ketua DPC PKB Kota Lubuklinggau periode 2026–2031, menggantikan Yulius, SE yang sebelumnya memimpin partai selama periode sebelumnya.
Pergantian kepemimpinan ini langsung menjadi perhatian kader dan simpatisan PKB. Pasalnya, Yulius dikenal sebagai figur yang berhasil membawa PKB mencatat sejarah baru di Kota Lubuklinggau dengan meraih empat kursi DPRD pada Pemilu Legislatif terakhir. Capaian tersebut meningkat 100 persen dibanding periode sebelumnya yang hanya memperoleh dua kursi.
Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan Yulius, PKB berhasil menempati posisi tiga besar perolehan suara partai politik di Kota Lubuklinggau, berada di bawah Partai Golkar dan Partai NasDem.
Sejumlah kader mengaku terkejut sekaligus kecewa atas keputusan pergantian kepemimpinan tersebut. Mereka menilai kontribusi Yulius dalam membesarkan partai di Lubuklinggau belum mendapatkan apresiasi yang layak.
“Di bawah kepemimpinan beliau, PKB berhasil mencatat sejarah dengan meraih empat kursi DPRD. Ini merupakan pencapaian terbesar PKB di Lubuklinggau. Karena itu banyak kader mempertanyakan alasan pergantian kepemimpinan saat ini,” ujar salah seorang kader yang enggan disebutkan namanya.
Selain menetapkan Elvaria sebagai Ketua DPC, DPP PKB juga menunjuk Novita Angraini sebagai Sekretaris DPC PKB Kota Lubuklinggau.
Namun demikian, perhatian kader lebih banyak tertuju pada dampak politik dari pergantian kepemimpinan tersebut. Sejumlah kader menilai kepengurusan baru memiliki tantangan besar untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian politik yang telah diraih pada periode sebelumnya.
Di tingkat akar rumput, muncul berbagai aspirasi yang meminta adanya langkah rekonsiliasi dan komunikasi yang lebih intensif antara pengurus baru dengan kader-kader di tingkat DPAC guna menjaga soliditas partai menjelang agenda politik mendatang.
Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PKB Kota Lubuklinggau, Drs. Abd Hafidz Noeh, menyampaikan pandangannya terkait dinamika yang terjadi di internal partai. Menurutnya, proses regenerasi kepemimpinan harus tetap memperhatikan aspirasi kader di tingkat bawah agar semangat demokrasi internal partai tetap terjaga.
Ia berharap DPP PKB dapat mempertimbangkan berbagai masukan dari kader dan pengurus di daerah demi menjaga kekompakan serta keberlangsungan perjuangan partai di Kota Lubuklinggau.
“Harapan kita, PKB tetap menjadi partai kader yang besar, kuat, dan mampu menampung aspirasi seluruh kader di semua tingkatan,” ujarnya kepada awak media.
Pengamat politik lokal menilai situasi pasca-Muscab menjadi ujian bagi PKB Lubuklinggau. Jika perbedaan pandangan di internal partai dapat dikelola secara baik melalui komunikasi dan rekonsiliasi, maka PKB berpotensi mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kota Lubuklinggau pada pemilu mendatang. (rls/rhn)
