jakartanews
Jakarta, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan menyerahkan bantuan 47 alat musik kepada kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kegiatan seni, kebudayaan, dan keagamaan berbasis komunitas.
Penyerahan bantuan berlangsung di Warkop Simpang Sentul, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bantuan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan kesenian dan pembinaan komunitas.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, program fasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka melakukan revitalisasi, pengembangan, serta penguatan kebudayaan nasional.
Menurut Fadli, pemerintah tidak hanya berupaya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong masyarakat agar aktif menciptakan ruang-ruang kebudayaan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Kita juga harus menggerakkan komunitas-komunitas musik di seluruh Indonesia. Misalnya di lingkungan Jabodetabek, di 12 kota, kita memberikan bantuan kepada sanggar, komunitas musik jalanan, sehingga pemusik jalanan dilatih dan difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan,” kata Fadli Zon dalam keterangan resminya, pada (16/8/2026).
Adapun bantuan yang disalurkan kepada kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari mencakup berbagai jenis alat dan perlengkapan musik, antara lain angklung, rebana, marawis, hadroh, gamelan, speaker aktif, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
Beragam alat musik tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan latihan, pertunjukan seni, pembinaan generasi muda, kegiatan kebudayaan, maupun aktivitas keagamaan yang melibatkan masyarakat.
Fadli menegaskan, penguatan komunitas musik merupakan salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. Komunitas dan sanggar dinilai memiliki peran strategis karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, berinteraksi, sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi seni di tingkat lokal.
“Kementerian Kebudayaan juga menjalankan program fasilitasi bagi sanggar dan komunitas musik, termasuk komunitas musik jalanan di sejumlah wilayah Jabodetabek,” ujarnya.
Ia berharap bantuan sarana kesenian tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Semoga bantuan-bantuan ini dapat menunjang kegiatan berseni. Karena berkesenian dan berbudaya adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Selain itu, kami berharap hadroh, gamelan, sound system ini juga bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan di berbagai tempat, dan juga digunakan untuk aktivitas seni,” kata Fadli.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menyoroti posisi Bogor dan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah penting dalam perjalanan kebudayaan Nusantara.
Wilayah ini memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang panjang, yang tercermin dari berbagai peninggalan sejarah yang masih dapat ditemukan hingga kini.
Sejumlah peninggalan tersebut antara lain Prasasti Batu Tulis, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Jambu, Prasasti Kebon Kopi, hingga Arca Domas.
Keberadaan peninggalan tersebut menjadi bagian dari kekayaan sejarah yang memperlihatkan pentingnya Jawa Barat dalam perkembangan peradaban dan kebudayaan di Nusantara.
Penyaluran bantuan alat musik kepada kelompok binaan Yayasan Annida Tanjungsari menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan kebudayaan berbasis masyarakat.
Program tersebut sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi komunitas untuk mengembangkan potensi seni dan budaya di lingkungan masing-masing.
Melalui fasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan, Kementerian Kebudayaan berupaya memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan seni sekaligus mendorong lahirnya komunitas-komunitas kreatif yang mampu menjadi penggerak kebudayaan di daerah.
Ke depan, keberadaan sarana musik tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran, ruang ekspresi, pengembangan kreativitas, serta sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Dengan demikian, penguatan komunitas seni tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan serta memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Ervinna
