jakartanews
Jakarta,
Pramono Anung menyatakan kondisi perekonomian Jakarta saat ini berada dalam kondisi stabil dan semakin kuat dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi nasional.
Hal tersebut tercermin dari tingkat inflasi Jakarta yang tetap terkendali di angka 2,32 persen, disertai pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,59 persen. Pernyataan itu disampaikan Pramono saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta pada (6/5/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa ekonomi Ibu Kota memiliki daya tahan atau resiliensi yang semakin baik di tengah tantangan ekonomi global maupun nasional.
“Yang menggembirakan, inflasi Jakarta berada di angka 2,32 persen,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini relatif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Ibu Kota tetap bergerak positif dan mampu menjaga stabilitas harga barang serta jasa di masyarakat.
Pramono menilai kekuatan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh tingginya konsumsi masyarakat serta peningkatan investasi di berbagai sektor.
Kedua faktor tersebut menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami melihat ekonomi Jakarta sekarang lebih kuat karena ditopang konsumsi dan investasi,” tegasnya.
Menurut Pramono, peningkatan konsumsi masyarakat tidak terlepas dari berbagai program pemerintah daerah yang dilaksanakan pada momentum hari-hari besar nasional dan keagamaan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan sejumlah stimulus berupa program diskon dan promosi belanja untuk mendorong daya beli masyarakat.
Program tersebut berlangsung pada berbagai momentum, mulai dari perayaan Natal dan Tahun Baru, Nyepi, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri. Kebijakan itu dinilai berhasil meningkatkan aktivitas perdagangan dan konsumsi rumah tangga di Jakarta.
Selain konsumsi domestik, investasi juga disebut mengalami pertumbuhan positif. Meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jakarta menjadi salah satu faktor yang memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Di sisi lain, kontribusi Jakarta terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga mengalami peningkatan.
Pramono menyebut kontribusi Jakarta kini mencapai 16,67 persen, naik dibanding sebelumnya sebesar 16,61 persen.
Kenaikan tersebut memperlihatkan posisi strategis Jakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Pramono menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi Jakarta berarti turut menjaga kestabilan ekonomi nasional. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, serta daya beli masyarakat.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menjaga inflasi tetap terkendali melalui pengawasan harga kebutuhan pokok, penguatan distribusi barang, serta pemberian stimulus ekonomi yang tepat sasaran.
Dengan capaian inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis ekonomi Ibu Kota akan terus tumbuh secara berkelanjutan dan mampu menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.
Ervinna
