jakartanews
Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera meluncurkan program beasiswa baru bertajuk LPDP Jakarta, sebagai alternatif pembiayaan pendidikan bagi warga Ibu Kota yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, termasuk ke luar negeri.
Program ini dirancang dengan konsep serupa dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) nasional, namun memiliki fokus khusus untuk warga Jakarta serta disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
“Kalau ini bisa terealisasi, menurut saya ini sangat baik memberikan kesempatan bagi anak-anak atau mahasiswa Jakarta untuk bisa sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta,” ujar Pramono di Jakarta, (5/5/2026).
Melalui LPDP Jakarta, Pemprov berharap semakin banyak warga yang dapat mengenyam pendidikan berkualitas, baik di dalam negeri maupun di universitas ternama dunia. Program ini diharapkan menjadi solusi konkret atas kendala biaya pendidikan yang selama ini masih menjadi hambatan utama.
Selain itu, beasiswa ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang selaras dengan kebutuhan strategis Jakarta sebagai kota global.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta tidak berjalan sendiri. Pemerintah daerah akan bekerja sama dengan LPDP pusat guna mempercepat realisasi program.
Pramono mengakui bahwa membangun sistem beasiswa secara mandiri membutuhkan waktu panjang dan proses yang kompleks. Oleh karena itu, kerja sama ini dipilih agar program dapat segera berjalan dengan memanfaatkan sistem yang sudah mapan.
“Dana yang ada tentunya dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, tetapi karena untuk mengurus LPDP itu ternyata butuh waktu yang lama, maka kami bekerja sama dengan LPDP pusat,” jelasnya.
Meski menggandeng pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta tetap memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan utama program. Mulai dari seleksi penerima, pemilihan universitas tujuan, hingga jurusan yang diambil akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Saat ini, Pemprov masih menyusun regulasi teknis yang mencakup syarat pendaftaran, mekanisme seleksi, serta bidang studi prioritas yang akan didukung oleh beasiswa ini.
“Tetapi untuk menentukan siswa, universitas, jurusan, dan sebagainya, nanti Pemerintah DKI Jakarta yang akan menentukan,” kata Pramono.
Dengan skema kolaborasi ini, LPDP Jakarta ditargetkan dapat segera diluncurkan dan mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus daya saing generasi muda Jakarta di tingkat global.
Ervinna
