Bekasi – jakartanews.co.id Dalam rangka Peringatan Hari Wayang Sedunia Internasional, Yayasan Rizki Budaya Nusantara Kuncaraningrat akan menggelar pagelaran akbar budaya bertajuk Tarian Se-Dunia Tingkat Internasional pada 7 November 2025 di Lapangan Marakas, Bekasi.
Acara ini akan menjadi panggung kehormatan bagi Dalang Wayang Kulit Duta Budaya Internasional Sang Maestro Ki Gunarto Gunotalijendro, SH.Mm., sosok dalang yang harus dipopulerkan dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Ki Gunarto Gunotalijendro SH.Mm., Datuk Diraja Mangalla, bukan sekadar dalang biasa. Ia adalah Duta Budaya Nusantara dan Duta Budaya Internasional yang telah terbukti mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Kiprahnya mendunia telah tercatat melakukan misi kebudayaan dan pementasan wayang kulit di berbagai negara.
Beliau baru saja menyelesaikan lawatan budaya ke New Zealand, Turki, Amerika Latin, Inggris, Hongkong, Vatikan Roma, dan seluruh negara-negara di dunia.Karya dan dakwah budayanya diterima dengan luar biasa di mancanegara, membuktikan bahwa wayang kulit Indonesia adalah warisan dunia yang diakui internasional.
“Ki Gunarto Gunotalijendro SH.Mm adalah Maestro yang harus kita populerkan bersama. Beliau sudah membuktikan wayang kulit Indonesia bisa diterima di New Zealand, Turki, Amerika Latin, Inggris, Hongkong, Vatikan Roma dan seluruh dunia. Ini aset budaya yang tak ternilai harganya,” ujar salah satu pembina Yayasan.
Pagelaran akbar ini akan diawali dengan Parade pagar betis penyambutan pagelaran Dalang Ki Gunarto Gunotalijendro SH.Mm yang akan disambut secara sakral oleh tari Bedayan Putri Mojopahit Dyah Gayatri Rajapatni.
Tarian Bedayan tersebut merupakan binaan Yayasan Sanggar Rizky Budaya Nusantara Kuncaraningrat dengan Karya Tari oleh R.Ng.Tumenggung Rizky Niswarini Utami S.Sn. sebagai Ketua Yayasan, dan sebagai Dewan Pembina Yayasan adalah R.M. Sugiyanto.
Kolaborasi epik antara Sang Maestro Dalang Wayang Kulit Duta Budaya Internasional dengan guru tari internasional ini diharapkan mampu menyajikan perpaduan antara filosofi adiluhung wayang dengan keindahan gerak tari dari berbagai belahan dunia.
Acara di Lapangan Marakas ini nantinya akan menjadi puncak peringatan Hari Wayang Sedunia yang dikemas dengan konsep modern, edukatif, dan mendunia.
