jakartanews
Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat sinergi dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif berbasis desa.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan Program Desa Kreatif, pemetaan potensi ekonomi kreatif desa, serta penguatan kelembagaan guna membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di berbagai daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pembangunan desa menjadi salah satu prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Karena itu, seluruh program lintas kementerian dan lembaga yang menyasar desa perlu saling terintegrasi agar memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat.
“Seluruh intervensi kementerian dan lembaga yang menyasar desa perlu saling terhubung. Desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif akan kita dorong dan kembangkan bersama. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di desa,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/8/2026).
Menurut Riefky, Kementerian Ekraf saat ini menjalankan Program Pengembangan Desa Kreatif yang mengintegrasikan berbagai intervensi lintas direktorat guna mempercepat pengembangan desa berbasis ekonomi kreatif.
Program tersebut dilaksanakan secara bertahap berdasarkan tingkat perkembangan desa, mulai dari kategori rintisan, produktif, berdaya, hingga mandiri, dengan menyesuaikan potensi pada 21 subsektor ekonomi kreatif.
Selain itu, Kementerian Ekraf juga mengembangkan Program Aktivasi Desa Kreatif yang memberikan pendampingan menyeluruh kepada desa.
Pendampingan tersebut meliputi penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan produk, fasilitasi kekayaan intelektual, perluasan akses pembiayaan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa.
Dalam audiensi bersama ABPEDNAS, kedua belah pihak juga menjajaki sejumlah peluang kolaborasi strategis, di antaranya kurasi desa kreatif, pemanfaatan karya peserta Program Film Jaga Desa, serta optimalisasi jaringan ABPEDNAS dalam mendukung pendataan dan pemetaan potensi ekonomi kreatif di desa-desa seluruh Indonesia.
“Kita ingin mempercepat pengembangan desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan ABPEDNAS menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Program Desa Kreatif melalui jejaring BPD yang telah terbentuk di berbagai daerah,” kata Riefky.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif desa melalui jaringan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tersebar di 37 provinsi, 398 kabupaten/kota, dan 25.191 desa di seluruh Indonesia.
Menurut Adhitya, jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sekaligus mengkurasi desa-desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif sehingga program pemerintah dapat dijalankan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami siap menjadi mitra Kementerian Ekraf dalam mengidentifikasi dan mengkurasi desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif melalui jaringan BPD yang telah kami miliki. Banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi ekonomi kreatif, termasuk pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah, kriya, seni, maupun berbagai potensi lokal lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Adhitya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak desa kreatif yang tidak hanya menghasilkan produk unggulan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta memperkuat pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Audiensi antara Kementerian Ekraf dan ABPEDNAS menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.
Melalui pemanfaatan jejaring BPD di seluruh Indonesia, kedua pihak optimistis Program Desa Kreatif dapat menjangkau lebih banyak wilayah, mempercepat identifikasi potensi lokal, serta mendukung terwujudnya desa-desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Ervinna
