jakartanews
JAKARTA UTARA– Jakarta News. Suasana kehangatan dan kebersamaan mewarnai perayaan ulang tahun ke-46 Ketua Umum Garda Bintang Timur, Daenk Jamal. Acara tersebut digelar di Ropang Taman Punggawa miliknya, Jalan Teluk Gong Raya, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Perayaan yang dihadiri keluarga besar, sahabat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers itu menjadi momentum syukur sekaligus mempererat silaturahmi.
Daenk Jamal yang lahir di Makassar, 17 Juli 1980, merayakan hari istimewanya didampingi istri, anak-anak, dan keluarga besar. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah menambah semarak acara.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Bantara beserta jajaran, Hasidah S., Lipung, SH selaku Ketua Divisi Hukum Petir, Jabal, keluarga besar Garda Bintang Timur, keluarga besar Takalar Sulawesi Selatan, keluarga besar Papua, Daeng Alwi, Daeng Punding, serta Ketua Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara (PWJU), Habibah Binti Ganna, bersama jajarannya.
Dalam sambutannya, Daenk Jamal menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh tamu yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga, sahabat, dan relasi yang telah hadir di hari ulang tahun saya yang ke-46 ini. Saya lahir dari keluarga sederhana. Saya bersyukur kepada kedua orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, dan mendidik saya hingga seperti sekarang,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Daenk Jamal ini juga mengenang perjalanan hidupnya yang tidak selalu mudah. Ia menyebut masa-masa sulit justru menjadi pelajaran berharga dalam membentuk pribadinya.
“Saya pernah berada di titik terendah, bahkan di titik nol. Namun istri dan anak-anak selalu menjadi sumber kekuatan, semangat, dan doa. Berkat dukungan mereka, saya dapat bangkit dan tetap berdiri bersama keluarga hingga hari ini,” tuturnya.
Dengan penuh haru, ia juga memberikan apresiasi khusus kepada sang istri.
“Sejujurnya saya hanyalah manusia biasa dengan segala keterbatasan. Namun semua itu terasa ringan karena saya memiliki istri yang luar biasa, yang setia mendampingi dalam suka maupun duka. Saya bangga dan bersyukur dapat merayakan hari ini bersama orang-orang yang saya cintai,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Daenk Jamal juga menegaskan komitmennya untuk terus merawat persatuan di tengah keberagaman.
“Menjadi saudara tidak harus sedarah. Apapun suku, agama, dan asal daerah kita, kita adalah satu. Saya ingin terus menjadi bagian dari perjuangan mempersatukan anak bangsa di seluruh penjuru Indonesia,” tegasnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Daenk Jamal menyalami satu per satu para tamu sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.
Perayaan ulang tahun ini bukan hanya menjadi ungkapan syukur atas bertambahnya usia, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan dan meneguhkan semangat kebersamaan untuk menjaga persatuan bangsa.
— Kang Ibra
