jakartanews
Batam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan proyek konversi energi angin menjadi listrik pertama di Indonesia yang berlokasi di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Proyek strategis ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat transisi energi nasional menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan apresiasinya saat menghadiri peresmian Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara milik PT McDermott Indonesia di Batam, pada (28/5/2026).
Menurut Rachmat, proyek tersebut bukan hanya menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan investasi, penguatan industri nasional, serta penciptaan lapangan kerja.
“Kita semua berharap proyek ini memberikan banyak manfaat, baik dari sisi ekonomi maupun investasi, yang tidak hanya dirasakan Kota Batam, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian nasional secara umum,” ujar Rachmat dalam keterangan resminya.
Dalam agenda tersebut, Menteri Rachmat didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad. Keduanya turut melakukan seremoni pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai tanda dimulainya operasional fasilitas baru tersebut.
Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara dibangun untuk mendukung proyek Tennet 2GW High Voltage Direct Current (HVDC), yakni proyek konversi energi angin menjadi energi listrik pertama di Indonesia. Proyek ini juga merupakan bagian dari pengembangan industri energi berkelanjutan yang diarahkan agar mampu bersaing di pasar global.
Gedung Cakrawala difungsikan sebagai fasilitas perakitan blok dengan sistem pengendali iklim modern, sementara Gedung Nusantara digunakan sebagai fasilitas blasting dan painting untuk mendukung proses fabrikasi industri energi lepas pantai.
Gubernur Ansar Ahmad mengatakan keberadaan proyek ini semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri fabrikasi dan energi nasional. Ia optimistis Batam akan berkembang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri energi hijau dunia.
“Proyek ini memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri fabrikasi dan energi di Indonesia, sekaligus menjadi rantai pasok industri energi berkelanjutan yang siap bersaing di tingkat internasional,” kata Ansar.
Ansar menjelaskan, PT McDermott Indonesia telah beroperasi di Batam sejak dekade 1970-an dan terus berkembang pesat. Dari lahan awal seluas 8 hektare, perusahaan tersebut kini memiliki kawasan industri fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektare dan menjadi salah satu tulang punggung industri manufaktur maritim di Asia Tenggara.
Ia menyebut pembangunan Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara menelan investasi sebesar 240 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp4 triliun.
“Kita sangat bangga menyaksikan tonggak sejarah baru melalui peresmian dua fasilitas modern ini yang akan memperkuat daya saing industri energi Indonesia,” ujarnya.
Selain nilai investasinya yang besar, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah. Selama proses konstruksi, proyek tersebut menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja lokal dan melibatkan 100 persen insinyur muda Indonesia dalam perencanaan struktur bangunan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menilai proyek industri energi berkelanjutan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada triwulan I tahun 2026, ekonomi Kepulauan Riau tercatat tumbuh 7,04 persen secara tahunan, tertinggi di regional Sumatera dan menempati peringkat kelima secara nasional.
Selain itu, realisasi investasi di Kepulauan Riau sepanjang tahun 2025 mencapai Rp64,67 triliun. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di wilayah tersebut, khususnya di sektor industri energi dan manufaktur.
Dengan hadirnya proyek konversi energi angin menjadi listrik ini, pemerintah berharap Indonesia dapat mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain penting dalam industri energi hijau global.
Ervinna
