jakartanews
Jakarta, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi di Indonesia harus bertransformasi dan tidak lagi hanya bertumpu pada kegiatan simpan pinjam.
Ia mendorong koperasi untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, hingga infrastruktur guna memperkuat peran dalam perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), Minggu (29/3/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya langkah strategis agar koperasi mampu berkembang dan bersaing di tengah dinamika ekonomi global.
“Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan,” ujar Ferry.
Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar untuk masuk ke sektor-sektor padat modal, terutama jika didukung oleh kebijakan pemerintah yang tepat.
Ia menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan regulasi guna meminimalisir hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin berkembang lebih jauh.
Ferry juga menilai bahwa Kopelindo memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global. Dengan basis anggota yang kuat serta keterkaitan langsung dengan sektor pelabuhan, koperasi ini dinilai memiliki daya tawar tinggi untuk memperluas skala bisnisnya, termasuk dalam sektor logistik nasional.
Selain ekspansi bisnis, Ferry turut menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola koperasi. Ia mengapresiasi konsistensi Kopelindo dalam menyelenggarakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada anggota.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan menuntut koperasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN,” tegasnya.
Ia menambahkan, RAT harus menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus menetapkan arah strategis koperasi ke depan. Dalam laporan kinerja, Kopelindo tercatat memiliki aset mencapai sekitar Rp800 miliar dengan sisa hasil usaha (SHU) sekitar Rp20 miliar.
Kinerja tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya jumlah anggota.
Ke depan, Ferry menekankan pentingnya penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta percepatan transformasi digital.
Selain itu, ia juga mendorong peningkatan partisipasi anggota dan kolaborasi antar pelaku ekonomi sebagai kunci keberhasilan koperasi.
“Jika koperasi sudah masuk ke sektor strategis, maka kita benar-benar sedang membangun demokrasi ekonomi yang sesungguhnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Ferry juga menanggapi isu pembatasan ekspansi toko ritel modern ke wilayah pedesaan seiring dengan penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya bergantung pada regulasi pemerintah daerah masing-masing.
“Sebenarnya itu tinggal pengaturan regulasinya di masing-masing daerah,” kata Ferry saat ditemui di Jakarta.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pelaku ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Menurutnya, koperasi desa tetap terbuka untuk menjalin kerja sama dengan sektor swasta, khususnya dalam distribusi produk.
Ferry menjelaskan bahwa tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh produk UMKM lokal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perusahaan swasta tetap diperlukan untuk memastikan ketersediaan barang di pasar.
“Koperasi desa ini bisa tetap bekerja sama dengan siapa pun, karena tidak semua produk bisa diproduksi oleh UMKM lokal. Kita bisa berkolaborasi dalam distribusi barang dari sektor swasta yang memang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Dengan dorongan ekspansi dan modernisasi tersebut, pemerintah berharap koperasi dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, sekaligus mewujudkan sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Ervinna
