jakartanews
Jakarta, Pemerintah Indonesia menawarkan sebanyak 32 proyek investasi strategis kepada investor Jepang dengan total nilai investasi indikatif mencapai Rp207,64 triliun.
Puluhan proyek tersebut berasal dari sembilan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Penawaran investasi itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan ekonomi dengan Jepang, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan sektor produktif yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, seluruh proyek yang ditawarkan telah melalui proses kurasi dan dipersiapkan untuk menjadi peluang investasi yang menarik bagi calon mitra strategis dari Jepang.
“Seluruh proyek tersebut telah dikurasi dan dipersiapkan sebagai peluang investasi yang menarik untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan mitra strategis Jepang,” kata Ferry Irawan di Jakarta, pada (4/9/2026).
Sebanyak 32 proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas dan pembangunan ekonomi nasional.
Proyek-proyek itu antara lain meliputi pembangunan jalan dan jalan tol, pengembangan kawasan hunian (housing and township development), properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan dan logistik, serta fasilitas fabrikasi baja (steel fabrication).
Diversifikasi proyek tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi investor Jepang untuk memilih peluang investasi sesuai dengan kapasitas, keahlian, serta strategi bisnis masing-masing perusahaan.
Selain menawarkan peluang pembiayaan, Pemerintah juga mendorong keterlibatan investor Jepang melalui skema kemitraan yang dapat membawa masuk teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta standar pengelolaan dan tata kelola yang lebih baik.
Penawaran 32 proyek strategis tersebut disampaikan dalam Indonesia-Japan Transportation and Infrastructure Business Forum and Business Matching 2026.
Forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pemilik proyek dari Indonesia dengan calon investor dan mitra usaha dari Jepang. Kegiatan itu dihadiri sekitar 50 perwakilan dari 36 perusahaan Jepang.
Forum digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi Indonesia-Jepang, terutama di sektor transportasi dan infrastruktur.
Pemerintah berharap forum business matching tidak berhenti pada penjajakan investasi, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret berupa pembiayaan proyek, pengembangan teknologi, transfer pengetahuan, hingga pembentukan kemitraan usaha jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian perekonomian global, Pemerintah menilai Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan prospek investasi yang menarik.
Ferry mengatakan, perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,61 persen, sementara inflasi tetap terkendali pada 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pada periode yang sama, realisasi investasi juga telah melampaui Rp1.010 triliun.
“Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pada semester I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen, inflasi terkendali pada 3,34 persen (year-on-year), dan realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun,” ujar Ferry.
Menurutnya, kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia juga tercermin dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan stable outlook.
Selain itu, hasil Survei JETRO FY2025 menunjukkan bahwa 69,1 persen perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi.
“Kepercayaan investor juga tercermin dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan stable outlook oleh S&P Global Ratings, serta hasil Survei JETRO FY2025 yang menunjukkan bahwa 69,1 persen perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi,” kata Ferry.
Pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan investasi produktif sebagai salah satu instrumen untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
Investasi produktif dinilai memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian karena tidak hanya meningkatkan pembentukan modal, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat transfer teknologi, memperkuat rantai pasok industri, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Dalam kerangka tersebut, penguatan kemitraan dengan Jepang menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah.
Jepang selama ini memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk melalui dukungan pembiayaan, teknologi, pengembangan kapasitas, dan kerja sama antarlembaga.
Karena itu, Pemerintah melihat peluang untuk memperluas kerja sama tersebut ke berbagai proyek baru yang memiliki nilai strategis dan potensi ekonomi jangka panjang.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung mengatakan hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang telah terjalin selama sekitar tujuh dekade.
Menurut dia, Jepang merupakan salah satu mitra yang konsisten dan terpercaya dalam mendukung pembangunan Indonesia.
Hal tersebut tercermin melalui keterlibatan Jepang dalam sejumlah proyek strategis di Indonesia, antara lain MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban.
“Jepang merupakan salah satu mitra yang paling konsisten dan terpercaya dalam mendukung pembangunan Indonesia,” ujar Maria.
Ia berharap forum Indonesia-Japan Transportation and Infrastructure Business Forum and Business Matching 2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Kerja sama ke depan tidak hanya diarahkan pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, serta transfer teknologi.
Dengan nilai indikatif proyek mencapai Rp207,64 triliun, penawaran 32 proyek strategis tersebut menunjukkan besarnya ruang kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang.
Bagi Indonesia, masuknya investasi Jepang di sektor transportasi, perumahan, properti, pelabuhan, logistik, dan manufaktur berpotensi memperkuat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Sementara bagi investor Jepang, proyek-proyek tersebut menawarkan peluang untuk memperluas investasi di pasar Indonesia yang memiliki basis ekonomi besar dan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih tinggi.
Pemerintah pun berharap proses penjajakan yang berlangsung melalui forum bisnis tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis, studi kelayakan, serta penyusunan skema kerja sama yang lebih konkret.
Dengan demikian, penawaran 32 proyek investasi strategis tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi daftar peluang investasi, tetapi dapat menghasilkan komitmen investasi nyata dan memperkuat fondasi kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang dalam jangka panjang.
Ervinna
