jakartanews
Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada (24/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari menyusuri sejumlah area bazar dan melihat langsung beragam produk unggulan yang dipamerkan para peserta.
Peninjauan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkuat sinergi Polri dan Bhayangkari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kapolri mengatakan, penyelenggaraan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, tetapi juga merupakan wujud kepedulian Polri dan Bhayangkari terhadap pengembangan UMKM serta penguatan perekonomian nasional.
“Bazar ini menjadi bukti nyata bahwa Polri dan Bhayangkari memiliki semangat yang sama dalam mendukung penguatan UMKM. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperluas akses pemasaran produk lokal sekaligus mendorong para pelaku usaha agar semakin mandiri, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing,” ujar Kapolri dalam keterangan yang diterima.
Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar pelaku UMKM dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memiliki daya saing yang lebih kuat.
Kapolri juga menilai, kegiatan bazar menjadi salah satu sarana strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sebagai konsumen.
Dengan demikian, produk-produk lokal dari berbagai daerah dapat semakin dikenal dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo berharap Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha maupun masyarakat secara luas.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian, membuka peluang usaha baru, serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap produk-produk unggulan dalam negeri,” tuturnya.
Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 berlangsung pada 21 hingga 25 Juli 2026. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74 dengan mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya”.
Pelaksanaan bazar melibatkan 374 peserta dengan total 727 stan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 531 stan bergerak di bidang fesyen, 152 stan kuliner, dan 44 stan dapur bersama.
Beragam produk unggulan dari berbagai daerah ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Produk yang dipamerkan antara lain batik, tenun, songket, ulos, kebaya, tas, aksesori, perhiasan, kain tradisional, kerajinan daerah, produk rumah tangga, kosmetik, hingga aneka kuliner dan minuman khas Nusantara.
Keragaman produk tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif dan kekayaan produk lokal yang dimiliki Indonesia. Selain menjadi ajang promosi, bazar juga memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jejaring, meningkatkan akses pasar, serta memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan stan pameran dan penjualan produk, rangkaian Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung.
Sebanyak enam sesi gelar wicara digelar dengan membahas sejumlah isu penting bagi pengembangan UMKM, mulai dari pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan untuk mendukung promosi usaha, legalitas usaha, hak kekayaan intelektual, hingga penguatan kapasitas dan kemampuan pelaku UMKM.
Nuansa kebudayaan Nusantara juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 29 penampilan seni, tari, musik, peragaan busana, serta parade wastra dan produk unggulan UMKM Bhayangkari turut memeriahkan rangkaian acara.
Kehadiran berbagai produk dan pertunjukan budaya dari sejumlah daerah sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat.
Produk UMKM tidak hanya diposisikan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas, kreativitas, dan kekayaan budaya Nusantara.
Melalui Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Polri dan Bhayangkari menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, mendorong lahirnya inovasi baru, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.
Dengan semangat “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya”, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku UMKM serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Ervinna
