Bekasi — Jakarta News
Kecelakaan hebat terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Bekasi ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek.
Insiden tragis ini diduga bermula dari sebuah mobil yang mogok di perlintasan sebidang sekitar pukul 20.00 WIB. Kondisi tersebut memaksa rangkaian KRL berhenti di jalur rel. Nahas, dalam situasi itu, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar hingga akhirnya menghantam bagian belakang KRL.
Seorang saksi mata, Maksus, menuturkan bahwa tabrakan terjadi secara tiba-tiba setelah kereta sempat berhenti beberapa menit. “Sekitar lima menit kereta yang saya naiki berhenti. Tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh,” ujarnya.
Benturan keras menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang. Bahkan, bagian depan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan masuk hingga setengah badan gerbong, mengakibatkan sejumlah penumpang terjepit di dalam.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dramatis. Petugas gabungan dari kepolisian, petugas stasiun, dan tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di antara badan kereta yang ringsek.
Para korban luka telah dievakuasi ke musala stasiun serta fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Sementara itu, jumlah korban jiwa maupun luka masih dalam pendataan pihak berwenang.
Insiden ini juga menyebabkan gangguan perjalanan kereta api di lintas Bekasi dan sekitarnya. Sejumlah perjalanan dilaporkan mengalami keterlambatan.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian di perlintasan sebidang.
Reporter Kang Ibra
