Jakarta — (jakartanews)Lapangan olahraga kembali menjadi ruang bertemunya semangat kolaborasi pemuda. Melalui kegiatan Fun Badminton bertajuk The End Game of 2025, Perkumpulan Pemuda Jakarta Positive menghadirkan wadah silaturahmi lintas organisasi kepemudaan yang berlangsung di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, pada 28 Desember 2025.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Khairizah Fahrudin, Pemuda Pelopor DKI Jakarta sekaligus Ketua Perkumpulan Pemuda Jakarta Positive, sebagai upaya membangun ruang interaksi yang inklusif dan cair bagi pemuda Jakarta. Sejumlah organisasi kepemudaan turut berpartisipasi, di antaranya Karang Taruna dan SAPMA Pemuda Pancasila, menjadikan kegiatan ini sebagai ajang kebersamaan yang melampaui sekat organisasi.
Tak sekadar olahraga, Fun Badminton ini juga menjadi ruang refleksi akhir tahun. Dalam rangkaian kegiatan, para peserta diajak menyampaikan harapan dan gagasan untuk tahun 2026, yang kemudian dikemas dalam konten aspiratif sebagai simbol optimisme dan komitmen pemuda terhadap masa depan Jakarta yang telah di posting pada akun sosial media instagram @JakartaPositive.
Khairizah menyampaikan bahwa olahraga dipilih sebagai medium karena mampu menyatukan perbedaan dalam suasana yang setara dan menyenangkan. “Lapangan olahraga adalah ruang yang jujur. Di sini tidak ada sekat jabatan atau organisasi, yang ada hanya semangat kebersamaan dan tujuan yang sama: bertumbuh bersama,” ujarnya.
Selama tiga tahun di bawah kepemimpinan Khairizah, Perkumpulan Pemuda Jakarta Positive telah aktif membangun kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari organisasi kepemudaan, komunitas pemuda, hingga PKK di tingkat kelurahan. Pendekatan ini memperkuat posisi Jakarta Positive sebagai wadah inklusif dan kolaboratif bagi pemuda untuk berkontribusi nyata di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Jakarta Positive menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang positif bagi pemuda, bukan hanya untuk beraktivitas, tetapi juga untuk saling mengenal, bertukar gagasan, dan merajut harapan bersama.
Dari lapangan badminton, harapan itu dipantulkan. Bukan tentang siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana pemuda Jakarta terus memilih untuk berjalan bersama, menuju masa depan yang lebih kolaboratif dan bermakna.
suhendi
