Sabtu, November 28, 2020
Beranda Sosial & Budaya TVRI, Nasib mu Kini Tanpa Helmy Yahya

TVRI, Nasib mu Kini Tanpa Helmy Yahya

Jakartanewa.co.id – Lama tak terdengar lagi, Helmy Yahya muncul dengan berita kisruh dengan Dewan Pengawas TVRI yang menon-aktifkan dirinya sebagai Direktur Utama TVRI melalui surat keputusan SK 1582/1.1/TVRI/2019 tertanggal 4 Desember 2019. Pada tanggal 5 Desember 2019 helmy kemudian mengajukan protest terhadap pennon-aktifan sementara dan menganggap sebagai cacat hukum.

Meskipun begitu, Dewas TVRI tetap tidak bergeming dan kemudian pada tanggal 16 Desember 2019 Dewas secara resmi memecat Helmy Yahya sebagai Dirut. Komisi 1 DPR sendiri sebenarnya bermaksud untuk memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak pada 21 Januari 2020, namun Dewas telah terlebih dahulu memecat Helmy Yahya sebelum mediasi berlangsung. Hal ini memancing perselisihan yang meluas di ranah dunia maya dan juga internal TVRI sendiri.

TVRI di bawah Tangan Dingin Helmy

Di bawah tampuk kepemimpinan Helmy Yahya, perombakan dan rebranding TVRI dilakukan secara besar-besaran. Apa saja prestasi Helmy sebagai dirut TVRI? Berikut adalah warisan yang diberikan oleh Helmy ketika menjabat sebagai dirut TVRI.

Yang pertama, TVRI berhasil mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP yang diberikan oleh BPK atas laporan keuangan TVRI pada tahun 2018. Hal ini merupakan pertama kali yang dicapai oleh TVRI. Sebelumnya sejak 2014-2016 TVRI hanya diganjar opini BPK Disclaimer (Tidak Memberikan Pendapat). Setelah itu tahun 2017 laporan keuangan TVRI diberikan wajar dengan pengecualian (WDP) hingga akhirnya mendapat predikat WTP.

Dari segi penyiaran, helmy juga melakukan perubahan content, strategi perubahan, desain, grafis termasuk merubah logo dan rebranding TVRI. Dengan perubahan yang dilakukan ini, Helmy dapat membawa TVRI yang tadinya selalu berada di posisi kunci, merangsek ke nomor 11 dari 15. Share rating yang sebelumnya dibawah 1, pada Desember 2019 mencapai 1.59 rata-rata pertahun semenjak Helmy memimpin.

Menkominfo: Kisruh TVRI Jauh Sebelum Helmy Yahya

Menkominfo Jhony Plate sendiri menanggapi perselisihan antara Helmy Yahya dengan Dewas TVRI dengan mengungkap bahwa kisruh antara dewan pengawas dan direksi kerap terjadi bahkan sebelum Helmy menjabat. Bahkan Jhony sempat mengungkap dahulu sempat terjadi Dewas memecat 4 direksi.

Mengenai keberatan Helmy Yahya mengenai pemecatan, hal tersebut sesuai dengan prosedur. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah tahun 2005 no 13 Mengenai Lembaga Peniyiaran Televisi Republik Indonesia , Dewan Pengawas memiliki wewenang untuk memberhentikan direksi. Sementara direksi hanya bisa diangkat serta diberhentikan oleh Komisi 1 DPR.

Berdasar surat pemberhentian Helmy, terdapat beberapa point yang menjadi pemecatan Helmy diantara lain adalah pembelian program siaran yang memiliki anggaran besar, ada ketidaksesuaian rencana kerja, gaji karyawan yang terlambat akibat kekurangan anggaran, serta adanya mutasi yang tidak sesuai dengan ketentuan. Menurut Menkominfo, hal tersebut dapat dilakukan melalui pengujian.

Ramai Tagar #SaveTVRI

Setelah mencuat berita mengenai pemecatan Helmy, ramai-ramai tagar #saveTVRI digaungkan oleh netizen. Bahkan tagar tersebut sempat trending pada Rabu siang 22/01/2020. Tak hanya tagar, netizen juga melempar petisi Save TVRI melalui change.org. Selain itu, sebuah kain hitam juga membentang di halaman depan TVRI.

Perlawanan internal di TVRI sendiri dimulai dengan adanya penyegelan kantor Dewan Pengawas oleh karyawan TVRI. Hal ini seakan menggambarkan perluasan konflik yang terjadi dalam internal TVRI sendiri. Diperoleh kabar bahwa penyegelan tersebut terjadi ketika petinggi TVRI mengadakan rapat di ruangan terpisah lalu karyawan spontan menyegel ruangan Dewan Pengawas.

Karyawan TVRI pastinya merasa perlu membela Helmy, karena di bawah helmy kesejahteraan karyawan TVRI naik. Mereka yang sebelumnya hanya mendapat gaji pokok, kini ada system bonus dam tunjangan. Dengan dipecatnya Helmy, maka bukan tak mungkin kebijaksanaan tersebut akan dihapus kembali.

Most Popular

Nelayan Benih Lobster Lampung dan Bengkulu, Sangat Antusias atas Dibukanya Keran Ekspor Benih Lobster

Jakartanews.co.id, Pesisir Barat - Berbeda dengan para politikus yang sampai saat ini masih simpang siur dan saling beradu argumen tentang kebijakan terbaru yang dikeluarkan...

Presiden Jokowi Memberikan Bantuan Untuk Usaha Mikro Di Yogyakarta

Jakartanews.co.id, DIY - Presiden Joko Widodo dalam rangka meringankan beban para pelaku usaha mikro, meluncurkan Banpres Usaha Mikro.Bantuan tersebut berupa modal kerja yang dapat...

Presiden Jokowi Banjir Ucapan Selamat Ulang Tahun

Jakartanews.co.id, Jakarta - Preasiden Joko Widodo merayakan ulang tahunnya yang ke 59 tahun, Jokowi Lahir di Solo pada 21 Juni 1961 dari pasangan Sudijatmi...

Anggota Komisi II DPR RI, Desak Pemerintah Segera Terbitkan PERPPU PILKADA

Jakarta, Jakartanews.co.id – Angggota DPR RI Komisi II dari Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Pemiilihan...

Recent Comments