Rabu, November 25, 2020
Beranda Politik Pesawat Mata-Mata Tanpa Awak" Elang Hitam" Produk Indonesia

Pesawat Mata-Mata Tanpa Awak” Elang Hitam” Produk Indonesia

Bandung, Jakartanews.co.id – Indonesia kian gencar melakukan berbagai inovasi untuk pertahanan dalam Negeri dengan menggunakan produk dalam negeri, selain kapal selam, senjata, kini Badan Usaha Milik Negara PT. Dirgantara Indonesia (DI) telah sukses memproduksi pesawat tanpa awak sendiri. Pesawat tanpa awak (drone) ini merupakan hasil dari kerjasama Konsorsium antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Kementian Pertahanan Republik Indonesia, PT. Dirgantara Indonesia dan PT. LEN Persero.

Pesawat tanpa awak ini akan digunakan untuk pengawasan kedaulatan Negara Republik Indonesia dari Udara, pesawat tanpa awak yang diberi nama Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) “ELANG HITAM” ini diharapkan dapat membantu pengawasan untuk Perbatasan, Terorisme, Pembajakan, Penyelundupan serta Pencurian Sumber Daya Alam Baik di darat maupun Di Lautan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) “ELANG HITAM” ini merupakan jenis drone Medium Altidude Long Endurance (MALE), mempunayi Lebar 16 meter , Panjang 8,65 meter dan tinggi 2,6 meter. PUNA ELANG HITAM ini hanya butuh landasan 700 meter saat take off dan hanya butuh landasan 500 meter saat mendarat (landing). Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) “ELANG HITAM”  juga mampu terbang terus menerus selama 24 jam tanpa henti dengan kecepatan 235 km/jam.

Menurut Direktur PT. Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro menejelaskan bahwa Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) “ELANG HITAM”  ini mampu terbang dengan ketinggian 3.000 meter hingga 6.000 meter diatas air laut.

“Ini baru prototype pertama, akan ada prototype-prototype lanjutan, rencananya Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) akan mulai diterbangkan tahun depan (2020)” kata elfien dikawasan PT. DI, Senin(30/12/19).

” Semoga pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan, dan kedepan bisa dapat dioptimalkan fungsinya dan dapat dipersenjatai” tambah Elfien Goentoro.

Sementara itu menurut Kepala BPPT Hamam Riza mengatakan dengan kemandirian ini maka diharapkan mampu mengisi kebutuhan squadron TNI Angkatan Udara untuk melakukan pengawasan udara, serta merupakan pelaksanaan mandat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Industri Pertahanan.

” Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) “ELANG HITAM”  ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan impor kita, sehingga kiat menjadi negara yang mandiri dan kompetitif” ujar Hamam Riza.

Most Popular

Nelayan Benih Lobster Lampung dan Bengkulu, Sangat Antusias atas Dibukanya Keran Ekspor Benih Lobster

Jakartanews.co.id, Pesisir Barat - Berbeda dengan para politikus yang sampai saat ini masih simpang siur dan saling beradu argumen tentang kebijakan terbaru yang dikeluarkan...

Presiden Jokowi Memberikan Bantuan Untuk Usaha Mikro Di Yogyakarta

Jakartanews.co.id, DIY - Presiden Joko Widodo dalam rangka meringankan beban para pelaku usaha mikro, meluncurkan Banpres Usaha Mikro.Bantuan tersebut berupa modal kerja yang dapat...

Presiden Jokowi Banjir Ucapan Selamat Ulang Tahun

Jakartanews.co.id, Jakarta - Preasiden Joko Widodo merayakan ulang tahunnya yang ke 59 tahun, Jokowi Lahir di Solo pada 21 Juni 1961 dari pasangan Sudijatmi...

Anggota Komisi II DPR RI, Desak Pemerintah Segera Terbitkan PERPPU PILKADA

Jakarta, Jakartanews.co.id – Angggota DPR RI Komisi II dari Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Pemiilihan...

Recent Comments