Rabu, November 25, 2020
Beranda Sosial & Budaya Pasang Surut TVRI Hingga Kisruh Helmy Yahya

Pasang Surut TVRI Hingga Kisruh Helmy Yahya

Jakartanew.co.id – TVRI kini sedang menjadi sorotan dikarenakan kisruh yang terjadi antara dewan pengawas TVRI dengan Dirut TVRI Helmy Yahya. Adanya perselisihan ini semakin menambah carut marut pasang surut TVRI sebagai TV nasional dan televisi  pertama di Indonesia.

Perselisihan ini bermula dengan di non-aktifkannya Helmy Yahya sebagai dirut TVRI tanpa adanya alasan yang jelas. Helmy sendiri mengklaim bahwa pennon-aktifan dirinya cacat hukum. Semenjak  mengudara  pertama kali pada medio tahun 1960an, TVRI terus menerus mengalami pasang surut. Siaran pertama TVRI adalah 24 Agustus 1962 dan pada waktu itu berstatus sebagai Lembaga Penyiaran Publik bersama dengan RRI (Radio Republik Indonesia).

Siaran perdana TVRI menayangkan upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke -17 langsung dari Istana Negara, Jakarta. Selanjutnya pada tahun 1962, TVRI meliput tayangan Asian Games Jakarta 1962. PAda tahun 1963 TVRI mulai menayangkan produk iklan dan pada tahun berikutnya merintis pembangunan stasiun penyiaran daerah di Jogjakarta dan diikuti kota kota lainnya seperti Semarang, Medan, Samarinda, Manado, Makasar.

Program Ikon TVRI

Dari segi content, sebenarnya TVRI memiliki program-program yang menjadi ikon serta jaya pada masa TVRI mengalami keemasan. Salah satunya adalah Dunia Dalam Berita yang mengudara semenjak tahun 1973.Bahkan Televisi Swasta yang muncul pada pertengahan 90an, dimulai kemunculan RCTI dan SCTV, TV swasta wajib memunculkan  tayangan Dunia Dalam Berita setiap pukul 19.00.

Ada pula acara Ria Jenaka, Aneka Ria Safari yang dibesut oleh pak Eddy Sud dan menjadi tontonan hiburan di TVRI, sinetron Oshin ( ini yang lahir pada tahun 1980-1990an pasti ingat sinetron legendaris ini ), Klab Jazz, dan masih banyak lagi.

Mulai Surutnya TVRI

Setelah kemunculan televise swasta RCTI di Jakarta dan SCTV di Surabaya pada tahun 1990, eksistensi TVRI mulai tergerus. Pada masa itu, TVRI akhirnya harus berbagi waktu siaran dengan saluran televise TPI yang kala itu dimiliki oleh putri Presiden ke -2 RI, Siti Hardijanti Rukmana atau Mba Tutut. Pada awal pendirian, TPI menyiarkan siaran edukatif. Namun setelah tahun 1997 TPI memutuskan untuk berpisah dengan TVRI dengan tujuan untuk mengimbangi gempuran TV swasta dengan konten acara hiburan seperti sinetron serta kuis.

Perubahan status TVRI

Pada tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari Departemen Penerangan yang sttusnya adalah direktorat. Dalam status ini, TVRI bertanggung jawab pada Dirjen Radio, TV dan Film di bawah Departemen Penerangan RI. Sebagai corong komunikasi pemerintah, TVRI bertugas untuk menyampaikan informasi mengenai kebijakan pemerintah kepada masyarakat.  Hingga sebelum kemunculan TV swasta di atas, TVRI menjadi satu-satunya televise dan memonopoli siaran televise hingga tahun 1989.

Setelah pemerintahan orde baru berakhir, pada 7 Juni 2000 PP no 36 tahun 2000 TVRI berubah statusnya menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan) yang memiliki prinsip televise public, netral, independen, mandiri, serta memiliki orientasi kepada kepentingan masyarakat. Dengan adanya perubahan status TVRI ke Perusahaan Jawaran, maka TVRI diberi masa transisi selama 3 Tahun dimana TVRI diubah menjadi Persero atau PT.

Tepat pada 24 Agustus 2006 pada Ulang Tahun ke -44 TVRI akhrinya menjadi Lembaga Penyiaran Pblik.  Namun begitu, TVRI tetap tidak bisa menandingi kejayaan TV swasta yang semakin menjamur, ditambah stigma masyarakat bahwa TVRI kuno sehingga ditinggalkan oleh para pemirsanya.

Pada Juni 2013, TVRI tersandung masalah karena menayangkan siaran acara Muktamar Hizbut Tharir. Padahal HTI sendiri dipermasalahkan karena menolak demokrasi, ideology Negara serta nasionalisme.  Setelah itu, TVRI kemudian merombak acara dan siaran secara besar-besaran setelah era kepemimpinan dipegang Helmy Yahya dan Apni jaya Putra sebagai direktur program TVRI semenjak dilantik pada 2017 lalu.

Baca juga : nasib TVRI tanpa helmy Yahya 

Kebangkitan TVRI

Semenjak kepemimpinan Helmy Yahya, TVRI mulai menunjukkan taringnya dan bersaing dengan televise swasta. Pada 21 Juli 2018, TVRI mendapat hak siar laga pra musim Champions Cup. Laga tersebut ditayangkan bersama iNews dan kembali tayang pada musim 2019 hingga 2022 dengan platform Mola TV. Kemudian pada 23 November 2018, TVRI mendapat hak siar divisi Championship, sebuah kompetisi kasta kedua tertinggi Liga Inggris, English Footbal League, dan Carabao Cup.

Semakin melesat, capaian prestasi ditampuk Helmi yahya dengan sejumlah hak siar ekslusif lain, mulai dari siaran turnamen bulutangkis, Liga Utama Inggris, piala AFC 2023, Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022, hingga kerja sama dengan Discovery Channel.

Perubahan yang signifikat terlihat dengan jelas pada perubahan logo TVRI yang semakin terlihat muda meskipun sempat disebut mirip dengan logo salah satu media di Jerman. Selain tiu, TVRI juga merekrut pembaca berita yang masih muda sebagai terobosan untuk menarik pemirsa generasi milenial.

 

Most Popular

Nelayan Benih Lobster Lampung dan Bengkulu, Sangat Antusias atas Dibukanya Keran Ekspor Benih Lobster

Jakartanews.co.id, Pesisir Barat - Berbeda dengan para politikus yang sampai saat ini masih simpang siur dan saling beradu argumen tentang kebijakan terbaru yang dikeluarkan...

Presiden Jokowi Memberikan Bantuan Untuk Usaha Mikro Di Yogyakarta

Jakartanews.co.id, DIY - Presiden Joko Widodo dalam rangka meringankan beban para pelaku usaha mikro, meluncurkan Banpres Usaha Mikro.Bantuan tersebut berupa modal kerja yang dapat...

Presiden Jokowi Banjir Ucapan Selamat Ulang Tahun

Jakartanews.co.id, Jakarta - Preasiden Joko Widodo merayakan ulang tahunnya yang ke 59 tahun, Jokowi Lahir di Solo pada 21 Juni 1961 dari pasangan Sudijatmi...

Anggota Komisi II DPR RI, Desak Pemerintah Segera Terbitkan PERPPU PILKADA

Jakarta, Jakartanews.co.id – Angggota DPR RI Komisi II dari Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Pemiilihan...

Recent Comments