Rabu, Desember 2, 2020
Beranda Internasional Muhyiddin Yasin Dilantik menjadi PM, Mahathir Meradang

Muhyiddin Yasin Dilantik menjadi PM, Mahathir Meradang

Muhyiddin yasin dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Minggu 1/03/2020 siang. Muhyiddin Yasin resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke delapan di negeri Malaysia. Muhyiddin dilantik oleh Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Al Sultan Abdullah Ri’ayatudddin al-Bustafa Billah Shah di Istana Negara.

Mahathir: Muhyiddin Pengkhianat

Mahathir sendiri dalam keterangan pers menjelang pelantikan berujar bahwa dirinya tidak setuju dengan moment bersejarah tersebut. Mahathir menyebut bahwa dia merasa sangat terkhianati oleh PM terpilih, Muhyiddin Yassin. Menurutnya, “beliau sudah mengerjakan (konspirasi) ini semenjak lama dan dia berhasil “ kata Mahathir.

Dia meyakini bahwa langkah untuk membentuk “Pemerintahan Pintu Belakang” diprakarsai oleh wakil presiden PKR Azmin Ali dan Muhyiddin, bersama dengan PAS dan UMNO.  Langkah inilah yang kemudian membuat Mahathir kemudian mundur dari jabatan Perdana Menteri.

Tak hanya menyebut Muhyiddin sebagai pengkhianat, Mahathir juga menyalahkan Anwar Ibrahim. Menurut Mahathir, Anwar terobsesi menjadi Perdana Menteri  namun tidak bisa melaksanakan niatnya karena minim dukungan. Politisi kawakan Malaysia tersebut mengatakan bahwa dirinya setelah mundur mendapat dukungan untuk maju kembali sebagai PM.

Mahathir sendiri mengklaim bahwa dirinya mendapatkan dukungan dari 114 anggota parlemen dari total 222. Namun di luar dugaan, Anwar bersikeras untuk dicalonkan sebagai kandidat PM. Hal tersebut membuat suara di koalisi Pakatan terbelah. Karena hal itu, membuat Mahathir mengurungkan niat untuk menunjukkan dukungan yang dia dapat ke hadapan Raja Malaysia. Jika saja Anwar tidak maju, maka suara Anwar 60 bisa ditambahkan ke suara dukungan miliknya 90.

Mengenal Muhyiddin Yasin

Siapakah Muhyiddin Yasin? Muhyiddin Yasin di sebut-sebut memiliki garis keturunan Bugis dan jawa dari ayah ibunya, yaitu Muhammad dan Khadijah. Pria kelahiran 15 Mei 1947 ini menempuh pendidikan di sekolah kebangsaan maharani, Muar, johor dan Sekolah kebangsaan Ismail Johor. Dia menerima gelar sarjana di bidang ekonomi dan study Melayu di tahun 1971.

Karir politik Muhyiddin antara lain menjabat sebagai Menteri Kepala bagian Selatan di Johor periode 1986 hingga 1995. Di masa tersebut dirinya masih bergabung dengan Partai Organisasi Persatuan Bangsa Melayu (UMNO). Muhyiddin juga sempat mengecap jabatan lain diantaranya Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agrikultur, Menteri Pendidikan, menteri Perdagangan Dalam negeri dan Konsumen, serta Menteri perdagangan dan Industri internasional.

Di tahun 2009 hingga 2015 Muhyiddin sempat memegang jabatan wakil PM namun kemudian diberhentikan pada Juli 2015 dikarenakan dirinya lantang menyuarakan kritik terhadap skandal 1MDB yang kemudian menjerat PM Tun Najib Razak.

Setelah dilengserkan dari pemerintahan, Muhyiddin kemudian bersama dengan Mahathir membentuk partai Bersatu sebelum Pemilihan Umum 2018. Saat Mahathir meraih kemenangan, dia kemudian menjabat sebagai menteri Dalam Negeri.

Drama politik di Malaysia ketika Mahathir mundur dari jabatan PM memuluskan karir politik Muhyiddin. Mahathir mundur setelah presiden PKR Anwar Ibrahim mengatakan bahwa ada pengkhianat dalam koalisi Pakatan harapan. Meskipun Mahathir dan Muhyiddin berada dalam satu partai, namun mereka berbeda pandangan, utamanya karena Muhyiddin mau berkoalisi dengan oposisi, termasuk UMNO.

Tanggapan Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim sendiri menyebut bahwa pihaknya akan terus bergerak maju meskipun kalah dalam pertarungan Perdana Menteri untuk kedua kalinya. Menurutnya, kemelut di Malaysia selama sepekan yang lalu hanya akan menambah kesulitan dari masyarakat di Negara tersebut. Anwar sendiri ketika ditanya apakah ia merasa dikhianati oleh Muhyiddin, sebagaimana yang dilontarkan oleh Mahathir, menolak untuk memberikan tanggapannya.

“ Saya merasa berbesar hati untuk menerima situasi dan membentuk pemahaman bersama DR.Mahathir Mohammd, bahwa perlu ada pihak yang menyelamatkan Negara ini dari penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi”  kata Anwar Ibrahim saat ditemui pada Minggu 1/03/2020 sesaat setelah pelantikan Muhyiddin Yassin.

Menurut Anwar, setelah dilantik menjadi Perdana menteri Malaysia, agenda utama Muhyiddin adalah mengamankan kekuasaan dari pihak tertentu lebih penting saat ini dibandingkan dengan isu yang terkait dengan kemiskinan, kesetaraan sosial, serta reformasi institusi.

 

Most Popular

Nelayan Benih Lobster Lampung dan Bengkulu, Sangat Antusias atas Dibukanya Keran Ekspor Benih Lobster

Jakartanews.co.id, Pesisir Barat - Berbeda dengan para politikus yang sampai saat ini masih simpang siur dan saling beradu argumen tentang kebijakan terbaru yang dikeluarkan...

Presiden Jokowi Memberikan Bantuan Untuk Usaha Mikro Di Yogyakarta

Jakartanews.co.id, DIY - Presiden Joko Widodo dalam rangka meringankan beban para pelaku usaha mikro, meluncurkan Banpres Usaha Mikro.Bantuan tersebut berupa modal kerja yang dapat...

Presiden Jokowi Banjir Ucapan Selamat Ulang Tahun

Jakartanews.co.id, Jakarta - Preasiden Joko Widodo merayakan ulang tahunnya yang ke 59 tahun, Jokowi Lahir di Solo pada 21 Juni 1961 dari pasangan Sudijatmi...

Anggota Komisi II DPR RI, Desak Pemerintah Segera Terbitkan PERPPU PILKADA

Jakarta, Jakartanews.co.id – Angggota DPR RI Komisi II dari Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Pemiilihan...

Recent Comments