Rabu, Desember 2, 2020
Beranda Internasional Mahathir Muhammad Mundur dari Perdana Menteri Malaysia

Mahathir Muhammad Mundur dari Perdana Menteri Malaysia

Senin kemarin 24/02/2020 Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Raja Malaysia sendiri memutuskan untuk menerima pengunduran diri dari Mahathir Muhammad.  Namun begitu, raja tetap memintanya untuk menjadi Perdana Menteri Sementara Malaysia. Jabatan sebagai Interim Perdana Menteri ini akan dijabat oleh Mahathir maksimal selama 100 hari.

Gejolak Politik Setelah Mahathir Muhammad Mundur

Setelah pengumuman pengunduran dirinya sebagai perdana membendung penunjukkan Anwar Ibrahim untuk menggantikan posisi Mahathir Muhammad sebagai Perdana Menteri menteri, pendukung Mahathir Muhammad kemudian berusaha membentuk koalisi baru yang ditujukan agar membendung pengangkatan Anwar Ibrahim sebagai suksesor Mahathir Muhammad.

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi yang diakibatkan oleh kondisi politik di atas. Yang pertama adalah kemungkinan Mahathir Muhammad untuk kembali menjadi PM dengan dukungan dari aliansi Pakat Harapan dan beberapa dukungan dari pihak luar. Dukungan untuk mencalonkan kembali Mahathir Muhammad sebagai PM juga diajukan oleh beberapa partai lain dalam parlemen seperti  DAP. DAP merupakan partai koalisi bersama Parti Amanah Negara dan Parti Keadilan Rakyat.

Kemungkinan yang kedua adalah Mahathir Muhammad tetap mundur dan memberikan kesempatan kepada Anwar Ibrahim ataupun aliansi yang dibentuk oleh Muhyiddin Yassin untuk kemudian memperebutkan kursi PM. Yassin adalah eks PM periode 2009-2015. Bersama Mahathir Yassin membentuk Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) di tahun 2016 yang bertujuan untuk menggulingan rezim Najib Razak.

Kemungkinan ketiga adalah Raja Malaysia memutuskan mengadakan Pemilihan Umum dini. Apabila kubu Mahathir maupun kubu Anwar tetap tidak bisa mendapatkan dukungan kursi mayoritas, maka raja Malaysia bisa memutuskan untuk mengadakan pemilihan umum ulang.  Dengan begitu, raja dapat membubarkan parlemen yang ada sekarang dan kemudian melakukan penunjukkan ulang untuk mengangkat PM yang baru.

Imbas kepada Bursa Saham Malaysia

Bursa Saham Malaysia anjlok ke angka terendah semenjak 2011 menyusul kepanikan atas ketidakpastian kondisi politik di Negara Malaysia selepas Perdana Menteri Mahathir Muhammad mundur.  Index acuan Bursa Malaysia merosot tajam 2.69% atau sebesar 41.14 point menjadi 1.490.06 pada penutupan perdagangan hari Senin 24/02/2020 lalu.

Perjalanan karir politik Mahathir Muhammad

PM Mahathir Muhammad memulai karir politiknya pada tahun 1945setelah bergabung dengan UMNO. Dengan dukungan dari UMNO pada tahun 1964 Mahathir sukses memenangkan kursi parlemen.  Selanjutnya di tahun berikutnya Mahathir meraih keanggotaan Majelis Tinggi UMNO hingga terakhir tahun 1969.namun pada tahun 1969 Mahathir gagal meraih kursi parlemen.

Meskipun karir politiknya terhitung mentereng, Mahathir di awal kepemimpinannya dianggap terlalu otoriter. Di tahun 1987 Mahathir membuat UU yang memungkinkan dirinya untuk menutup surat kabar dan memerintahkan penangkapan kepada lawan politik, aktivis dan pemimpin agama, termasuk di antaranya adalah Anwar Ibrahim.

Kebijakan Mahathir yang kolot, serta kritiknya terhadap kbijakan ekonomi Negara Barat dan kebijakan industry kepada Negara berkembang membuat hubungannya dengan Negara seperti Amerika, Australia, dan Inggris menjadi sulit. Di tahun 2003 Mahathir memutuskan untuk mundur dari jabatan sebagai Perdana Menteri Malaysia setelah menjabat selama 22 tahun.

Pada tahun 2018 Mahathir kemudian berhasil  menduduki puncak kepemimpinan untuk kedua kalinya dengan dukungan Anwar Ibrahim dan koalisi Pakatan Harapan.  Koalisi Pakatan Harapan kemudian sepakat Anwar Ibrahim akan menggantikan Mahathir pada bulan Mei 2020, setelah Mahathir genap 2 tahun berkuasa.  Namun belum genap hingga bulan Mei 2020, Mahathir sudah mengajukan pengunduran dirinya sebagai PM Malaysia. Anwar Ibrahim sendiri sempat menyatakan kecewa dengan keputusan Mahathir dan merasa dikhianati. Namun begitu dia menghormati keputusan Mahathir.

Kini, siapapun yang akan menggantikan Mahathir Muhammad akan menghadapi persoalan yang sama, yaitu masalah korupsi dan juga memerangi permasalahan harian masyarakat. Perlu kerja keras akan hal tersebut.

Most Popular

Nelayan Benih Lobster Lampung dan Bengkulu, Sangat Antusias atas Dibukanya Keran Ekspor Benih Lobster

Jakartanews.co.id, Pesisir Barat - Berbeda dengan para politikus yang sampai saat ini masih simpang siur dan saling beradu argumen tentang kebijakan terbaru yang dikeluarkan...

Presiden Jokowi Memberikan Bantuan Untuk Usaha Mikro Di Yogyakarta

Jakartanews.co.id, DIY - Presiden Joko Widodo dalam rangka meringankan beban para pelaku usaha mikro, meluncurkan Banpres Usaha Mikro.Bantuan tersebut berupa modal kerja yang dapat...

Presiden Jokowi Banjir Ucapan Selamat Ulang Tahun

Jakartanews.co.id, Jakarta - Preasiden Joko Widodo merayakan ulang tahunnya yang ke 59 tahun, Jokowi Lahir di Solo pada 21 Juni 1961 dari pasangan Sudijatmi...

Anggota Komisi II DPR RI, Desak Pemerintah Segera Terbitkan PERPPU PILKADA

Jakarta, Jakartanews.co.id – Angggota DPR RI Komisi II dari Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Pemiilihan...

Recent Comments