jakartanews
Jakarta, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan untuk kembali meneguhkan tekad kebangsaan, memperkuat persatuan, dan menjaga Indonesia sebagai rumah bersama.
Pesan tersebut disampaikan Muzani dalam pidato pengantar pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada (14/8/2026).
Sidang tersebut digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus 2026.
Menurut Muzani, perjalanan sejarah Indonesia menunjukkan bahwa bangsa yang besar bukanlah bangsa yang terbebas dari persoalan dan kesulitan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mempertahankan harapan, melewati berbagai tantangan, serta memilih persatuan sebagai kekuatan untuk terus melangkah.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mari kita sekuat tenaga menjaga Republik Indonesia sebagai rumah bersama, merawat Pancasila sebagai titik temu kita semua, dan menjalankan demokrasi dengan semangat kekeluargaan,” ujar Muzani.
Menjelang peringatan kemerdekaan, Muzani mengajak masyarakat kembali merenungkan makna Sang Saka Merah Putih. Menurut dia, bendera Merah Putih bukan semata-mata simbol negara, melainkan lambang persatuan dan perjalanan panjang bangsa dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.
Di bawah naungan Merah Putih, para pahlawan dan pendiri bangsa meneriakkan kemerdekaan.
Semangat tersebut, kata Muzani, terus diwariskan kepada generasi penerus hingga saat ini.
“Di bawah naungan Sang Saka Merah Putih, para pahlawan kita meneriakkan kemerdekaan yang gemanya kita rasakan sampai sekarang. Dan hari ini, tetap di bawah Sang Saka Merah Putih, Indonesia terus merajut masa depan,” tuturnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar Merah Putih tidak hanya dimaknai sebagai bendera yang berkibar di ujung tiang setiap peringatan kemerdekaan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Muzani menekankan semangat Merah Putih harus tercermin dalam keberanian membela kebenaran, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta bekerja bersama untuk kepentingan bangsa dan negara.
Muzani juga menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai titik temu seluruh elemen bangsa. Menurutnya, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui semangat persatuan dan gotong royong.
Ia mengingatkan bahwa demokrasi Indonesia harus terus dijalankan dengan semangat kekeluargaan, sehingga perbedaan pilihan dan pandangan politik tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan lain dalam pidato yang sama, Muzani menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terlihat secara nyata dalam cara negara melindungi rakyat, menegakkan hukum, memberantas korupsi, mengelola kekayaan nasional, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Setiap kali bangsa Indonesia kembali kepada Pancasila sebagai titik temu, seluruh elemen bangsa mendapatkan energi besar dan jalan untuk bangkit bersama,” kata Muzani.
Selain menekankan persatuan dan nilai kebangsaan, Muzani juga menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Menurut dia, seluruh daya dan upaya pembangunan harus diarahkan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Pembangunan, kata dia, tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Semangat kemerdekaan, lanjut Muzani, harus diterjemahkan menjadi kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 merupakan salah satu agenda kenegaraan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sidang tersebut mengagendakan penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Presiden Prabowo Subianto hadir di Kompleks Parlemen untuk menyampaikan pidato kenegaraan. Presiden tiba sekitar pukul 08.05 WIB dan disambut Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Selain pidato kenegaraan, pemerintah juga menayangkan video yang memuat capaian kinerja pemerintah selama periode berjalan.
Tahun ini, rangkaian Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Tema tersebut menjadi penegasan atas cita-cita kemerdekaan yang harus terus diperjuangkan melalui penguatan kedaulatan, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menutup pesannya, Muzani berharap seluruh bangsa Indonesia senantiasa mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Ia juga mendoakan agar Indonesia menjadi negara yang aman, sejahtera, adil, dan mendapat keberkahan.
“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melindungi seluruh bangsa Indonesia dan menjadikan Republik Indonesia menjadi negara yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” ujar Muzani.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyerukan semangat persatuan dan kemerdekaan.
“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur! Sekali merdeka, tetap merdeka!” kata Muzani.
Peringatan kemerdekaan tahun ini, dengan demikian, tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, merawat Pancasila, memperkuat demokrasi, dan melanjutkan perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ervinna
