Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, Kapolri Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas dan Penjaga Ruang Digital
Jakarta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai ruang berkarya, berprestasi, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat menutup rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026 yang digelar di Jakarta, pada (9/8/2026).
Menurut Kapolri, perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda. Karena itu, perkembangan tersebut harus diarahkan menjadi kekuatan produktif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda Indonesia.
Kapolri menilai e-sports saat ini telah berkembang jauh melampaui sekadar aktivitas hiburan. Perpaduan antara teknologi, kreativitas, strategi, kompetisi, dan industri telah membentuk sebuah ekosistem profesional yang memberikan ruang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan talenta, membangun prestasi, hingga menciptakan peluang ekonomi baru.
Perkembangan e-sports juga tidak hanya melahirkan atlet profesional. Ekosistem tersebut membuka peluang bagi berbagai profesi, mulai dari pelatih, komentator, kreator konten, pengembang gim, animator, analis data, manajer tim, hingga tenaga profesional di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.
“Polri hadir bukan sekadar untuk mengikuti tren, tetapi memastikan perkembangan tersebut menjadi kekuatan positif bagi generasi muda dan kemajuan bangsa,” ujar Kapolri.
Besarnya potensi tersebut sejalan dengan semakin kuatnya posisi ruang digital dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pada 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia disebut telah mencapai sekitar 229 juta orang atau 80,7 persen dari total populasi.
Pada periode yang sama, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat mencapai sekitar US$99 miliar, sekaligus menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Kapolri, angka tersebut menunjukkan bahwa ruang digital memiliki potensi ekonomi dan sosial yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
“Ruang digital harus menjadi ruang untuk menciptakan prestasi, kreativitas, inovasi, dan peluang ekonomi. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Komitmen tersebut diwujudkan Polri melalui penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat Polres hingga tingkat nasional.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 35.936 orang, yang berkompetisi dalam tujuh kategori perlombaan.
Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap e-sports sekaligus potensi yang dapat dikembangkan menjadi prestasi dan kegiatan produktif.
Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan baru. Kejahatan digital, seperti judi online, penipuan daring, pencurian dan penyalahgunaan data pribadi, pengambilalihan akun, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), menjadi ancaman yang harus diantisipasi bersama.
Sepanjang 2026, Polri mencatat telah mengungkap 1.743 perkara kejahatan digital, dengan sejumlah perkara yang menonjol antara lain penipuan, perjudian, dan pencemaran nama baik.
Perkembangan AI yang sangat cepat juga menjadi perhatian.
Di satu sisi, teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan serta jenis pekerjaan baru. Namun, di sisi lain, otomatisasi dan perkembangan AI juga berpotensi mengubah berbagai jenis pekerjaan yang selama ini dilakukan manusia.
Karena itu, generasi muda dinilai perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, meningkatkan kompetensi, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas serta produktivitas.
Semangat tersebut sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap pengembangan generasi muda Indonesia agar mampu menghadapi perubahan teknologi dan tantangan ekonomi digital.
Generasi muda tidak hanya diharapkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta, inovator, pelaku industri, dan sumber daya manusia yang memiliki daya saing di tingkat global.
Dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolri menilai komunitas e-sports memiliki posisi strategis. Para pemain, kreator, komunitas, dan penggiat e-sports memiliki jejaring yang luas di kalangan anak muda sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya digital yang sehat.
Kapolri mendorong agar energi generasi muda yang selama ini tersalurkan melalui e-sports terus dikembangkan untuk menjauhkan mereka dari berbagai aktivitas kontraproduktif, seperti balap liar, tawuran, vandalisme, maupun penyalahgunaan narkoba.
Sebaliknya, generasi muda diarahkan untuk mengembangkan kegiatan yang positif, kreatif, produktif, dan mampu menghasilkan prestasi.
Karena itu, Kapolri mengajak seluruh peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 untuk menjadi Duta Kamtibmas dengan berperan aktif bersama Polri menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di ruang digital.
Para peserta diharapkan dapat ikut mengedukasi masyarakat dan lingkungan sekitarnya mengenai bahaya hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan atau bullying, judi online, penipuan digital, serta penyalahgunaan narkoba.
“Jadilah juara dalam kompetisi, agen perubahan dalam pergaulan, dan penjaga kebaikan di ruang digital,” pesan Kapolri.
Ajakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa peran generasi muda dalam menjaga Kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui kegiatan konvensional, tetapi juga melalui aktivitas positif di dunia maya.
E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem e-sports yang sehat dan produktif melalui kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan tersebut melibatkan penggiat e-sports Tanah Air, asosiasi, Polri, pemerintah, serta pihak swasta.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting karena pengembangan ekosistem digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, komunitas, asosiasi, serta generasi muda itu sendiri.
Dukungan dari sektor swasta dan para sponsor juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Pembiayaan kegiatan E-Sports Kapolri Cup 2026 disebut berasal dari dukungan sponsor dan kolaborasi para pihak, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan pola kolaborasi tersebut, kegiatan e-sports diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital Indonesia.
Melalui E-Sports Kapolri Cup 2026, Polri ingin membangun ruang kompetisi yang tidak berhenti pada pencarian juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan menjadi wadah pembentukan generasi muda yang terampil, kreatif, disiplin, sportif, adaptif terhadap teknologi, sekaligus memiliki tanggung jawab sosial.
Ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif diharapkan mampu menjadi fondasi bagi tumbuhnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan memiliki daya saing global.
Di tengah perkembangan AI, ekonomi digital, dan perubahan dunia kerja yang semakin cepat, generasi muda Indonesia dituntut tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang baru.
Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, Polri, dunia usaha, komunitas, asosiasi, dan generasi muda, pengembangan e-sports diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari strategi membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
E-Sports Kapolri Cup 2026 pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara dalam pertandingan, melainkan tentang bagaimana kompetisi tersebut dapat melahirkan generasi yang mampu berprestasi, berkarya, menjaga persatuan, serta menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Ervinna
