jakartanews
Jakarta, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan dua jalur pengembangan masa depan bagi lulusan perdana program Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja sesuai minat, bakat, dan kompetensi yang dimiliki.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan pihaknya tengah melakukan asesmen dan pendalaman terhadap 11 siswa lulusan perdana SMA Sekolah Rakyat yang akan menyelesaikan pendidikan pada tahun ajaran ini.
Dalam keterangannya di Jakarta, pada (17/6/2026), Saifullah menjelaskan bahwa Kemensos telah menyiapkan dua opsi utama bagi para lulusan. Jalur pertama diperuntukkan bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik dan berkeinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pemerintah akan memberikan pendampingan, pembinaan, serta bimbingan secara intensif agar mereka dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
“Bagi anak-anak yang lulus SMA ini ada dua jalur. Pertama, jika memiliki kompetensi akademik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, akan dilakukan pendampingan dan bimbingan secara intensif,” ujar Saifullah.
Sementara itu, jalur kedua ditujukan bagi lulusan yang ingin langsung memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil. Untuk mendukung pilihan tersebut, Kemensos akan memfasilitasi berbagai program pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Menurut Saifullah, pemerintah berupaya memastikan para lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesiapan yang memadai untuk bersaing di pasar kerja. Karena itu, Kemensos saat ini sedang menjajaki kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia guna memperluas akses pelatihan serta peluang kerja bagi para lulusan.
Program Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem pendidikan terbuka atau multi-entry dan multi-exit, yang memungkinkan anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin untuk kembali mengakses pendidikan meskipun sebelumnya sempat putus sekolah selama dua hingga tiga tahun, bahkan lebih.
Pendekatan fleksibel tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengurangi angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kelompok masyarakat kurang mampu.
Data Kemensos menunjukkan bahwa dari sekitar 15 ribu siswa Sekolah Rakyat yang mengikuti program pada tahun ini, sebanyak 400 siswa diproyeksikan menyelesaikan pendidikan dan lulus. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga SMA.
Selain menyiapkan masa depan para lulusan, Kemensos juga tengah menghadapi tantangan dalam proses perpindahan siswa ke 93 gedung permanen baru Sekolah Rakyat yang akan mulai digunakan secara bertahap.
Proses transisi tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah kendala operasional, terutama terkait ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga pendukung sekolah. Di sisi lain, jumlah peserta didik baru diperkirakan meningkat signifikan dengan tambahan kuota sekitar 35 ribu siswa yang akan mulai masuk pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Untuk mengatasi kebutuhan tenaga pengajar pada masa awal operasional, Kemensos meminta dukungan pemerintah daerah agar dapat memperbantukan guru-guru dari daerah sebagai tenaga pengajar sementara selama tiga bulan pertama masa transisi.
Menurut Saifullah, dukungan tersebut sangat penting untuk menjaga kelancaran proses belajar mengajar sambil menunggu selesainya proses rekrutmen sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat yang saat ini masih berlangsung.
“Maka dari itu, kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara yang diminta untuk membantu Sekolah Rakyat di tahap pertama ini, mungkin tiga bulan ke depan. Setelah itu, kita masih perlu tenaga kebersihan, tenaga keamanan, karena SDM-nya Sekolah Rakyat masih dalam proses rekrutmen,” katanya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Kemensos menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memastikan mereka memiliki masa depan yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan.
Dengan dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan, program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, dan penciptaan peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.
Ervinna
